Holla sweethearts!
Aku lupa kalau kemarin senin, dan akhirnya malah up diselasa lagi. maapkeunn yaaa.
I’m
back with another skincare review.
Ga
tau ya kenapa aku ini hobby banget bahas skincare dibandingkan makeup. Padahal
makeup w nunggu buat direview.
Bicara
tentang skincare, masker adalah salah satu item yang gak terpisahkan. Believe
or nay, mostly ciwik-ciwik yang gak se-addict aku dengan makeup, skincare dan
cute-ness things pasti lebih memilih masker dan sabun cuci muka dibandingkan
serum dan etc.
Salah
satu masker favourite aku dan banyak orang (pasti kamu-kamu juga) adalah masker
dari beras alias bedak dingin. Aku kenal bedak dingin dari jaman aku SD, mama
dan nenek aku sering buat untuk dipakai sendiri. Kalau dikampungnya mama, aku
sering lihat ciwik-ciwiknya pakai bedak dingin ketika beraktifitas diluar rumah
seperti keladang atau sekedar cuci pakaian disungai untuk menghindari terlalu
kerasanya panas dari sinar matahari karena bikinnya kan alami jadi kerasa
sensasi dinginnya ( btw I miss my mom village so badly, butuh udara segar biar
ga stress). Dalam artian bedak dingin ini sudah seperti resep tradisional /
warisan turun temurun.
Biasanya
proses pembuatan bedak dingin dimulai dari merendam beras around 6 jam kadang
bisa sampai semalaman supaya nanti mudah dihaluskan, lalu digiling dengan
kunyit / kencur / pandan / bengkuang dan berbagai macam rempah. Setelah menjadi
pasta dibentuk lagi butiran sebesar mutiara lalu dijemur dan setelah kering
baru disimpan diwadah tertutup diberi potongan rempah kering biar aroma beras
yang direndamnya gak kentara.





